Layakkah Jenazah Penderita Covid-19 ditolak pemakamannya?

Tulisan ini dibuat sebagai salah satu bentuk keprihatinan akan kejadian penolakan jenazah Covid-19 yang terjadi dalam 2 pekan terakhir dan juga sebagai upaya penyampaian pendapat bahwa tidak selayaknya masyarakat menolak jenazah tersebut. 

Saat ini, seluruh masyarakat dunia risau perihal Covid-19 yang seakan menjadi pukulan terberat bagi umat manusia. Covid-19 menebarkan kerisauan dan kekhawatiran akan ancaman bahkan hingga kematian. Siapa menyangka, dampak virus yang berawal dari kota Wuhan di Provinsi Hubei ternyata dirasakan oleh seluruh masyarakat bahkan hingga pelosok desa di negara kita saat ini. Akhir-akhir ini kekhawatiran akan Covid-19 terlihat dari banyaknya penolakan pemakaman yang dilakukan warga terhadap pasien meninggal positif Covid-19. Masyarakat beranggapan bahwa virus ini dapat menular melalui jenazah. Miris, ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, sanak keluarga yang mengalami penolakan pasti sangat terpukul dan sedih akan hal ini. Kejadian ini terjadi tak lain karena kekhawatiran berlebih dari masyarakat dan belum adanya edukasi tentang hal ini. Lantas, apa benar jenazah pasien positif Covid-19 mampu menularkan virus? Dilansir dari Live Science, Virus sendiri akan bertahan hidup jika sel inangnya juga hidup. Sehingga, kecil kemungkinan virus yang menempel di jenazah akan terus hidup dalam jangka waktu yang lama.

Langkah pemerintah dalam mengatasi kekhawatiran masyarakat bahwa Covid-19 dapat menular melalui jenazah sudah tertuang dalam Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 yang diterbitkan oleh Kemenkes RI. Terdapat 11 poin berkaitan dengan pemulasaraan jenazah pasien covid-19 pada pedoman tersebut.

  1. Petugas kesehatan harus menjalankan kewaspadaan standar ketika menangani pasien yang meninggal akibat penyakit menular.
  2. APD harus digunakan petugas yang menangani jenazah asien jika pasien tersebut meninggal dalam masa penularan.
  3. Jenazah harus terbungkus seluruhnya dalam kantong jenazah yang tidak mudah tembus sebelum dipindahkan ke kamar jenazah.
  4. Jangan ada kebocoran cairan tubuh yang mencemari bagian luar kantong jenazah.
  5. Pindahkan sesegera mungkin ke kamar jenazah setelah meninggal dunia.
  6. Petugas harus memberi penjelasan kepada pihak keluarga tentang penanganan khusus bagi jenazah yang meninggal dengan penyakit menular. Sensitivitas agama,adat istiadat dan budaya harus diperhatikan ketika seorang pasien dengan penyakit menular meninggal dunia.
  7. Jenazah tidak boleh dibalsem atau disuntik pengawet.
  8. Jika akan diautopsi harus dilakukan oleh petugas khusus, jika diijinkan oleh keluarga dan Direktur Rumah Sakit.
  9. Jenazah yang sudah dibungkus tidak boleh dibuka lagi.
  10. Jenazah hendaknya diantar oleh mobil jenazah khusus.
  11. Jenazah sebaiknya tidak lebih dari 4 jam disemayamkan di pemulasaraan jenazah.


Rincian tentang pengurusan jenazah pasien positif Covid-19 telah diatur dengan jelas oleh pemerintah nasional dalam hal ini Kementerian Kesehatan RI. Sudah sepatutnya kita semua tidak perlu merasa khawatir secara berlebih jika memang ada jenazah yang harus dimakamkan di lingkungan sekitar kita, khususnya daerah Lumajang. Keluarga yang ditinggalkan akan mengalami kesedihan yang mendalam tentunya apabila kejadian ini terjadi pada anggota keluarganya. Seperti yang saya tulis diatas, ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Mereka, pasien Covid-19 yang sudah meninggal adalah sesama manusia yang sudah selayaknya mendapat perlakuan yang sama sebagaimana orang yang telah meninggal dunia. 

Besar harapan Pemerintah kabupaten harus segera mengambil langkah untuk menenangkan situasi dan memberikan edukasi tentang hal ini sebelum kejadian penolakan terjadi seperti daerah-daerah lain di Indonesia. Selain itu, kita sebagai masyarakat tentunya harus sadar dan saling mengingatkan bahwa penolakan terhadap pasien Covid-19 tidak perlu dilakukan. Kita semua tentu tidak menginginkan pandemi Covid-19 terus membayangi kehidupan masyarakat. Dimulainya langkah preventif juga dapat kita lakukan sesuai peran dan kemampuan kita masing-masing. Semoga pandemi ini segera berakhir dan kita berharap dapat menjalani kehidupan normal sesegera mungkin. Lekas pulih duniaku! Lekas pulih Indonesiaku! Lekas pulih Lumajangku!


Sumber :

https://kemkes.go.id/